News & Updates
Tampilkan postingan dengan label Persahabatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 Desember 2012

Cara Menghibur Teman Saat Mereka Dirundung Sedih

Datangilah Dia Saat Dia Dirundung Masalah

Ada sebuah pepatah, teman yang sesungguhnya adalah orang yang mendekatimu di saat seluruh dunia menjauhimu. Ya, sahabat yang baik adalah orang yang ada untuk memberikan support di saat waktu sulit dan seseorang yang dapat diandalkan Namun seringkali, kamu bingung bagaimana untuk menenangkan dan menghibur temanmu itu. Berikut ini adalah beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat temanmu membutuhkan penghiburanmu:

1. Dengarkan dahulu
Dengarkan apa yang ia ceritakan, jangan memotong pembicaraannya sebelum ia selesai atau meminta pendapatmu. Fokuskan matamu pada dirinya dan jadilah pendengar yang aktif, saat temanmu berhenti sebentar dan melihat reaksimu, ulang apa yang baru saja ia katakan, tetapi dengan kata-katamu sendiri, untuk menunjukkan bahwa kamu benar-benar mendengarkan.
2. Mengatakan hal-hal yang positif
Puji hal-hal yang positif dari dirinya. Ungkapkan apa yang kamu kagumi dari temanmu itu. Buatlah ia berpikir kalau ia masih memiliki kelebihan-kelebihan dan sesuatu yang bisa disyukuri. Contoh: ketika ia baru putus dari pacarnya, kamu dapat menghiburnya dengan mengatakan “kamu masih punya keluarga dan teman yang peduli padamu” atau “kamu cakep / pintar kok, pasti nanti ada cowok/cewek lain yang bisa menghargai kelebihanmu itu”
3. Biarkan ia melepas emosinya
Jika ia menangis atau mengungkapkan masalahnya dengan penuh emosi. Biarkan dirinya. Ia hanya ingin melepaskan semua beban pikirannya, jangan menekan mereka untuk menyelesaikan dengan cepat. Setelah ia puas dan merasa lega, maka giliranmu untuk berkata sesuatu.
4. Peluklah dirinya
Pelukan secara umum bisa menyalurkan energi positif seseorang kepada orang lain. Pelukan dapat membuat koneksi antara kamu dan temanmu. Ia akan dapat merasakan rasa cinta, peduli, dan simpatimu terhadap dirinya. Lakukan ini apabila kamu merasa pantas dan tidak membuat risih temanmu itu. (Kadang apabila temanmu itu lawan jenismu, bisa membuat dirinya merasa canggung)
5. Katakan bahwa kamu selalu mendukungnya
Katakan bahwa apapun kesalahan yang ia perbuat atau sesuatu yang ia alami, ia tetaplah temanmu. Kamu akan selalu ada untuknya, mendengarkan, dan membantu dirinya.
6. Tawarkan bantuan
Apabila kamu merasa bisa melakukan sesuatu secara nyata terhadap masalah temanmu. Tawarkan dirinya. Misalnya ketika ia baru saja dikeluarkan dari pekerjaannya, dan kamu memiliki suatu bisnis, kamu dapat mengajaknya untuk bekerja di tempatmu.
7. Ajaklah ia melakukan kegiatan yang ia suka
Setelah temanmu sudah merasa lega, kamu bisa mengajaknya untuk bermain, nonton bioskop, karaoke, pergi jalan-jalan ke mall atau apapun yang ia suka. Dengan melakukan hal yang ia suka, akan menjauhkan dia dari pikiran buruk dan menciptakan semangat baru pada dirinya.


Catatan :
1. Tidak usah cemas apabila kamu tidak bisa membantu menyelesaikan masalah temanmu. Kadang, ia sudah merasa senang mau didengarkan. Jangan memberikan saran yang kamu sendiri tidak yakin, karena dengan itu kamu hanya menyesatkan dirinya. Apabila ia setuju, kamu dapat mempertemukan dirinya dengan orang lain yang menurutmu bisa membantu dirinya
2. Jangan ceritakan masalahnya pada orang lain. Itu hanya akan membuat temanmu tidak mempercayai dirimu lagi
3. Kalau kamu melihat ia tampak lagi ada masalah, dan ketika kamu bertanya “kamu lagi ada masalah?” , ia tidak ingin menceritakan, jangan tekan ia terus dengan pertanyaan itu karena malah akan membuatnya merasa kesal. Kalau ia sudah benar-benar membutuhkan orang lain, pada akhirnya ia akan bercerita.
4. Hindari pembicaraan mengenai masalahmu sendiri. Meskipun masalahmu memiliki kesamaan dengan masalahnya. Kamu harus mengatakan hal-hal yang positif.
5. Saat ia bercerita, jangan mendengarkan dengan bahasa tubuh yang tampak ogah-ogahan atau malas-malasan

Kenalilah Karakteristik Dirimu Saat Berada Di Dekat Teman

Nge-betein banget kan kalau lagi berantem sama sahabat. Kok, kayaknya komunikasi kita sama dia nggak berjalan dengan baik. Nah, kita harus mengenali karakteristik / tipe diri kita saat bertengkar dengan teman:

1. Tipe Silent-Resent
Indikasi:
*Jangan harap kita bakal terus terang ke sahabat soal masalah yang ada
*Dalam hati kita bete pada sahabat
*Kita sudah menyiapkan rencana buat membalas si sahabat dengan cara apapun.
Inside us:
Hati jadi nggak tenang. Debaran jantung juga makin kencang setiap kali ingat atau melihat sahabat. Cape, dehh..
The effect:
Kita jadi merasa nggak nyaman setiap kali ketemu dia. Kalau ngobrol, pasti jadi nggak tenang karena rasa marah kita nggak bisa disalurkan dengan benar.
What we need:
Menahan rasa marah tapi mengubahnya jadi dendam pastinya nggak enak banget. Cara ini malah lebih banyak menguras energi dibanding dengan langsung berterus terang ke sahabat. Gimana kalau mulai minta tolong teman lain untuk bantu kita ngobrolin masalah ini ke sahabat?

2. Tipe Pasif-Agresif
Indikasi:
*Kita suka bikin joke yang menyinggung sahabat, dan tetep... dengan senyum. Misal, dengan bilang ke teman lain, “Itu, lho, sahabatku yang baikkkk banget. Saking baiknya, sampai aku ditinggalin.”
*Setiap kali sahabat bertanya kenapa kita berubah, kita bakal bilang, “Oooh, nggak ada apa-apa. Perasaanku nggak penting,” dengan muka senyum sinis.
Inside us:
Kita sadar jadi kelihatan munafik dan malah makin merasa bete karena hal ini.
The effect:
Sahabat mungkin malah nggak sadar atau menganggap kita childish. Setiap obrolan yang muncul malah bikin suasana makin panas!
What we need:
Stop memakai joke-joke yang menyindir dan pakai, deh, kalimat-kalimat yang lebih lengkap dan jelas untuk bilang apa yang kita mau.

3. Tipe Drama Queen
Indikasi:
*Setiap kali marah ke sahabat, kita langsung bilang terus terang dengan nada keras dan mungkin ditambah dengan gerakan fisik kayak nunjuk-nunjuk wajahnya.
*Kita nggak segan untuk berantem dengan sahabat di muka umum. Meledak-ledak banget.
Inside us:
Kita merasa puas banget! Tapi di lain sisi, kadang bikin kita menyesal.
The effect:
Buat orang lain, kita kelihatan kayak ibu tiri yang kejam. Siapapun yang sebenarnya salah, orang sudah bakal men-cap kita sebagai sahabat yang jahat. Persahabatan kita juga terancam bubar karena sahabat jadi takut dengan kita.
What we need:
Menahan rasa marah sampai hati sudah tenang dan cari momen yang pas buat ngobrol dengan sahabat. Jujur memang bagus, tapi lebih oke kalau kejujuran itu cuma didengar oleh sahabat yang memang punya masalah dengan kita.

4. Tipe Talkshow
Indikasi:
*Setiap masalah diobrolin dengan tenang di pojok kelas, kamar, atau sofa yang cozy banget.
*Setelah kita bilang apa yang kita rasa, kita kasih kesempatan buat sahabat untuk curhat soal perasaannya.
Inside us:
Memulai obrolan pasti susah banget. Tapi semakin lama kita ngobrol, hati kita juga makin tenang, dan kita makin rileks. Keep up the good work!
The effect:
Mungkin ada hal-hal nggak terduga yang akhirnya terbongkar di sesi ngobrol ini dan bikin hubungan kita agak sedikit kaku. Tapi lama-lama bakal ‘lumer’ lagi, kok.
What we need:
Menjaganya supaya komunikasi kayak gini bisa bertahan dalam persahabatan kita. Sip! Kalau ternyata justru sahabat kita yang nggak bisa terbuka, kita saja yang yang ajari dia untuk lebih open. Dengan cara nunjukin kalau kita bisa dipercaya dan selalu jujur ke dia.

Hal-Hal Yang Harus kamu Hilangkan Dalam Persahabatan

Best Friend Forever

 Menjadi seorang teman yang baik adalah seni. Kamu harus mengerti temanmu luar dan dalam untuk bisa menjadi teman baik. Tetapi, banyak orang yang merusak persahabatan mereka karena mereka melakukan kesalahan sengaja atau tidak sengaja. Berikut ini adalah 8 hal yang harus dihindari dalam persahabatan:

1.Berbicara hal yang buruk tentang temanmu yang lain di belakang (tanpa ada maksud untuk membantu)
Ini adalah kebiasaan buruk yang dilakukan banyak orang ( kebanyakan wanita, no offense :) ). Tampaknya topik tentang teman yang buruk dalam sebuah percakapan adalah hal yang populer dan mereka menikmati saat membicarakan hal itu. Lebih buruk lagi, mereka senang menceritakan rahasia temannya. Mengerikan! Kamu dapat berbicara hal yang buruk dengan temanmu tapi bawalah pertanyaan ini dalam pikiranmu, "Apakah percakapan ini akan memberikan solusi bagi temanmu?" Jika itu hanyalah sekedar bergosip, hindari itu.
2.Memanfaatkan persahabatan untuk keuntungan diri sendiri
Dasar dari persahabatan yang baik adalah saling mencintai. Kamu tidak bisa meminta bantuan temanmu di suatu waktu dan di lain waktu, saat temanmu membutuhkan bantuan, kamu menghindarinya. Hey, temanmu bukanlah budakmu. Jika kamu melakukan itu, mungkin kamu datang ke dunia ini 500 tahun yang lalu. :)
3.Tidak berhubungan lagi dengan teman lama
Saat kita bertemu seseorang, kita harus menyadari bahwa kita akan berpisah suatu hari. Itulah hidup. Tetapi hey, kamu tidak bisa hanya melupakannya dan mencari teman baru. Tetaplah berhubungan, meskipun cuma dengan sms atau surat. Oh, aku hampir lupa dengan Facebook, Twitter, dan media sosial lainnya. Berhubungan dengan teman lamamu menjadi semakin mudah. :)
4.Bertindak atau mengatakan sesuatu yang tidak sesuai dengan kondisi temanmu
Kamu mungkin memiliki persahabatan yang penuh tawa, tetapi kamu tidak bisa menertawakan saat temanmu dalam masa-masa yang sulit. Kamu tidak bisa berkata seenaknya terhadap temanmu. Menjadi orang yang sensitif dengan keadaan temanmu adalah sesuatu yang baik ( meskipun kamu adalah seorang pria :) )
5.Memberikan pengaruh buruk pada temanmu
Sebuah persahabatan yang baik adalah persahabatan yang membuat setiap individu semakin baik dalam setiap aspek kehidupan. Jika persahabatanmu hanya membuat seseorang semakin buruk daripada sebelumnya, kamu bukanlah teman yang baik. Malah sesungguhnya, kamu adalah setan bertubuh manusia.
6.Menjauhkan dirimu dan meninggalkan temanmu yang melakukan kesalahan
Apakah ada orang di dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan? Tidak (Ya?! Apakah kamu Tuhan?!). Membuat kesalahan adalah bagian dari hidup ini. Jika temanmu tidak dapat memperbaikinya atau tidak tahu apapun mengenai kesalahannya. Itu adalah tugasmu untuk membantunya. Sebenarnya, mereka hanyalah domba yang tersesat, menunggu gembalanya menuntunnya ke jalan yang benar. :-)
7.Bersikap tenang saja terhadap prestasi temanmu atau sesuatu yang besar yang mereka raih
Orang selalu ingin menceritakan prestasinya kepada orang lain terutama kepada mereka yang dekat dengannya. Sebagai teman yang baik, kamu tidak bisa hanya duduk dan tenang-tenang saja saat temanmu mengabarkan prestasinya padamu. Kamu lebih baik ikut bergembira, karena itu akan sangat berarti baginya. Aku jamin. :)
8.(Lebih baik jangan) jatuh cinta kepada teman baikmu
Kenapa aku menyarankan ini? Karena kamu baru saja melakukan perjudian besar saat kamu jatuh cinta dengan teman baikmu. Hal yang baik apabila segalanya berjalan lancar. Tetapi apabila tidak berjalan dengan baik, kamu akan merasa ganjil terhadap teman baikmu. Kamu dapat saja dengan mudah berkata "Mari kita anggap saja tidak ada yang terjadi." Tetapi, tentu saja, bukanlah hal yang mudah untuk mengembalikan segalanya. Tentu saja, aku tahu bahwa tidak mudah untuk menghindari cinta. Cinta itu sesuatu yang bertumbuh secara misterius. Maka, aku tidak bisa memberikan saran untuk menghindarinya. Aku hanya berkata "Lebih baik jangan". Tetapi, kalau itu benar-benar terjadi, katakan saja, sudah takdirnya

Nasehat dari audrey Hepburn Tentang Persahabatan

AudreyHepburn (berumur 63 tahun saat tutup usia pada tahun 1993), seorang balerina dan aktris Hollywood legendaris membagikan sebuah tulisan ketika ia ditanya tentang tips kecantikannya. Apa yang ia sampaikan benar-benar menunjukkan sifat elegan seorang wanita:


Untuk bibir yang menarik, bicaralah dengan kata-kata yang baik

Untuk mata yang indah, lihatlah hal yang baik dari orang-orang di sekitarmu

Untuk bentuk badan yang ramping, bagikanlah makananmu dengan yang lapar

Untuk rambut yang cantik, biarkan seorang anak mengelusnya sekali sehari

Untuk bersikap tenang, berjalanlah dengan mengetahui bahwa kamu tidak pernah berjalan sendirian

Setiap orang, lebih dari segala benda, harus dipulihkan, diperbaharui, disadarkan kembali, dan diampuni; jangan pernah membuang siapa pun.

Ingatlah, jika kamu membutuhkan tangan yang memegangmu, kamu akan menemukannya di ujung tiap jari-jarimu

Ketika kamu bertambah dewasa, kamu akan menemukan bahwa kamu memiliki dua tangan; satu untuk menolong dirimu sendiri, dan yang satu untuk menolong orang lain.


Audrey Hepburn